Makala Instalasi
Sistem Operasi Jaringan
Debian
Disusun Oleh:
Sholikun {32}
Kelas :XITKJ1
SMKN3JEPARA
TP.2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, telah menimbulkan dampak yang
cukup besar bagi kehidupan manusia. Kemajuan ini telah menuntut segala
sesuatunya berjalan dengan cepat. Komputer sebagai salah satu hasil dari
kemajuan teknologi informatika. Komputer diharapkan membantu mempercepat dan
memudahkan kinerja seseorang dalam tugas sehari-hari.
Dari pada itu, peranan server dalam jaringan komputer merupakan sesuatu
yang terintegrasi dalam era sekarang ini. Jaringan komputer adalah sebuah
hubungan antar computer yang bisa saling sharing informasi, sharing media /
peripheral dengan computer lain. Dalam pembahasan ini menggunakan Linux Debian
7.0 (Etch).
1.2 Tujuan
Seperti yang telah diuraikan di atas bahwasannya produk ini memiliki
beberapa aplikasi yang sangat mendukung jaringan. Aplikasi DHCP server untuk
memberikan IP Address kepada Client secara otomatis , SSH server untuk
menyetting PC server tanpa harus datang ke PC servernya, Web server untuk
tampilan menu utama dari server atau menu utama dari host komputer dalam
jaringan, DNS server memiliki kemampuan untuk mengubah IP Address menjadi nama
domain atau sebaliknya, FTP server yang didesign untuk file transfer secara
cepat dan tepat, Proxy server untuk penghematan bandwidth dan penyaringan akses
website tertentu dan Email server untuk berkomunikasi dengan user lain dalam
jaringan.
1.3 Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan dalam laporan ini meliputi metode penyusunan laporan
yang dibagi menjadi beberapa sub pembahasan agar memudahkan dalam pemakaian
laporan ini.
1. PENDAHULUAN yang meliputi :
1. Latar
Belakang
2. Tujuan
3. Sistematika
Pembahasan
2. INSTALASI meliputi :
1.Cara instalasi
4. PENUTUP yang meliputi :
1. Kesimpulan
2. Saran
BAB II
PEMBAHASAN
INSTALASI
Pertama, atur BIOS agar booting
pertama melalui CD atau USB, sesuaikan dengan jenis media instalasi yang anda
pilih. Start server/pc, dan akan muncul tampilan seperti dibawah ini
Pilih “Install” untuk memulai instalasi Linux Debian 7
(Wheezy).
Pilih bahasa yang ingin anda gunakan untuk instalasi Debian
7 ini. Saya memilih English, jika ingin anda bisa memilih Bahasa Indonesia.
Selanjutnya pilih negara lokasi kita instal Debian 7, ini
untuk memudahkan pengaturan waktu (jam, hari dan tanggal) serta agar pada saat
setting repositori, kita bisa memilih lokasi terdekat. Karena kita di
Indonesia, otomatis kita akan memilih Indonesia. Karena Indonesia tidak ada di
list, kita pilih “Other”, kemudian pilih “Asia”, dan pilih “Indonesia
Untuk setting locale, kita pilih “United States”
Untuk pengaturan keymap keyboard, saya pilih “American
Keyboard” agar prosesnya lebih cepat saja :D Anda bisa pilih keymap lainnya
jika mau.
Selanjutnya kita memasuki
proses pengaturan networking. Jika jaringan anda menggunakan DHCP Server, maka
anda bisa skip langsung ke pengaturan hostname dibawah. Jika anda tidak
menggunakan DHCP Server, anda wajib menyetting manual alamat IP, netmask,
gateway & DNS servernya.
Pilih “Configure network
manually” untuk memulai setting networking di mesin Debian 7 ini
Pada kolom IP Address, masukkan alamat IP yang akan anda
gunakan. Sebagai contoh, disini saya menggunakan alamat IP 192.168.0.102.
Untuk kolom Netmask, masukkan
netmask jaringan anda. Jika tidak tahu atau ragu, silahkan tanyakan ke admin
jaringan anda. Disini saya mengguankan netmask 255.255.255.0.
Isi gateway jaringan anda.
Kemudian
masukkan DNS Server yang ingin anda pakai. Anda bisa menggunakan local DNS
server, atau external DNS server seperti Google Public DNS & OpenDNS.
Hostname bisa dibilang
semacam label, yang digunakan untuk menamai server/pc. Masukkan hostname sesuai
keinginan anda.
Jika mesin Debian 7 ini anda
gunakan untuk server online, anda bisa memasukkan nama domain agar bisa diakses.
Tetapi jika server berada di intranet (jaringan lokal), anda bisa memasukkan nama domain agar bisa diakses. Tetapi jika
server berada di intranet (jaringan lokal), anda bisa memasukkan nama
sembarang.
Selanjutnya silahkan masukkan
password untuk root (administrator). Gunakan password yang kuat & tidak
mudah ditebak. Anda bisa menggunakan kombinasi huruf, angka, huruf besar atau
kecil, dan karakter khusus.
Masukkan ulang password untuk
root yang sebelumnya anda masukkan.
Selanjutnya adalah membuat
user biasa, agar pada saat kita bekerja di mesin ini, tidak selalu login
sebagai root (administrator). Root hanya digunakan pada momen-momen tertentu
saja, semisal instal software, melakukan konfigurasi, dll. Dengan bekerja
sebagai user biasa, mesin Debian 7 kita akan lebih aman dari hal-hal yang tidak
diinginkan. Masukkan nama lengkap user yang akan memakai mesin Debian 7 ini.
Kemudian masukkan username
yang diinginkan untuk user baru.
Dan masukkan password untuk
user baru ini.
Selanjutnya pilih zona waktu
sesuai wilayah anda. Karena saya di Surabaya (WIB/Waktu Indonesia Bagian
Barat), maka saya pilih “Western (Sumatera, Jakarta, Java, West and Central
Kalimantan)”.
Langkah selanjutnya adalah
membuat partisi pada hardisk. Pada pilihan “Partitioning method”, pilih “Guided
– Use entire disk”. Pada pilihan ini disk akan diformat, seluruh isi disk akan
dihapus, dan secara otomatis akan dibuatkan partisi.
Anda bisa memilih “Guided – Use entire disk and set up LVM” jika ingin
menggunakan Logical Volume Manager (LVM) agar nantinya bisa di resize
partisinya. Atau “Guided – Use entire disk and set up encrypted LVM” jika ingin
menggunakan partisi LVM yang di enkripsi untuk menambah keamanan data. Atau
jika anda pengguna tingkat lanjut, bisa memilih “Manual” agar bisa mengatur
partisi sesuai keinginan
Pilih disk yang ingin anda
gunakan untuk sistem Debian 7.
Pada
pilihan skema partisi, silahkan pilih “All files in one partition”. Jika anda
ingin memisahkan folder /home pada partisi tersendiri, silahkan pilih “Separate
/home partition”. Atau jika anda ingin menambah keamanan sistem, bisa
memisahkan folder /home, /usr, /var dan /tmp pada partisi tersendiri, silahkan
pilih “Separate /home, /usr, /var and /tmp partitions”.
Jika anda adalah pengguna baru di sistem
Linux, saya sarankan pilih opsi pertama saja.
Revew skema partisi yang
anda pilih sebelumnya. Jika sudah ok, pilih “Finish partitioning and write
changes to disk”. Jika perlu merubah, pilih “Undo changes to partitions” dan
pilih kembali skema partisi yang diinginkan.
Konfirmasi skema partisi
dengan pilih Yes dan enter. Ingat, pada langkah ini tidak bisa dibatalkan.
Selanjutnya kita melakukan
konfigurasi package manager agar menggunakan repository server terdekat dengan
mesin Debian 7 kita. Semakin dekat, maka semakin cepat proses update, upgrade
atau install software. Pilih “Yes” untuk memulai.
Karena lokasi mesin Debian 7
saya di Surabaya, maka saya pilih mirror “Indonesia”
Silhkan pilih salah satu
mirror server yang ingin anda gunakan.
Jika mesin Debian 7 anda
mengharuskan menggunakan proxy server untuk terkoneksi ke Internet, silahkan
masukkan alamat IP proxy server tersebut, port, username & passwordnya.
Jika tidak menggunakan proxy server, kosongkan saja, dan pilih “Continue”.
Pada pilihan instalasi GRUB
Loader, pilih “Yes”.
Proses instalasi Linux Debian
7 (Wheezy) selesai. Pilih “Continue” untuk merestart mesin Debian 7 ini. Jangan
lupa untuk mengeluarkan CD/mencabut USB installer, agar bisa booting via
hardisk.
Langkah terakhir adalah login
ke mesin Debian 7 yang baru anda instal, dan masukan perintah:
apt-get
update && apt-get upgrade
Perintah ini untuk
mendapatkan update terbaru, baik security maupun software.
NOTE: Secara default, ssh server
tidak terinstal. Agar bisa anda remote menggunakan SSH, silahkan instal dahulu
ssh server dengan perintah:
apt-get
install ssh
BABIII
PENUTUP






0 komentar:
Posting Komentar